Burung seriwang (Terpsiphone paradisi).
Panjang tubuhnya sekitar 19-22 cm, sedangkan panjang ekor 24-30 cm.
Penampilannya mirip murai batu ekor panjang, namun dengan warna jauh berbeda
dan memiliki jambul yang eksotik.
Burung seriwang (Terpsiphone paradisi)
terdiri atas 14 subspesies, dan sebagian di antaranya bisa dijumpai di
Indonesia, yaitu;
- Tp paradisi : Habitat di wilayah tengah dan selatan India, Bangladesh, serta baratdaya Myanmar.
- Tp leucogaster : Habitat di wilayah barat Tian Shan (Afghanistan), wilayah utara Pakistan, wilayah tengah dan barat India, serrta wilayah tengah dan barat Nepal.
- Tp affinis : Habitat di wilayah Malaysia dan Sumatera.
- Tp incei : Habitat di bagian tengah dan timur China, wilayah timur Rusia, dan Korea Utara.
- Tp insularis : Habitat di Pulau Nias, lepas pantai barat Sumatera.
- Tp nicobarica : Habitat di Kepulauan Nicobar.
- Tp sumbaensis : Habitat di Lesser Sunda (wilayah timur Indonesia ) dan Sumba.
- Tp floris : Habitat Lesser Sunda Sumbawa, Flores, Lomblen, dan Kepulauan Alor.
- Tp procera : Habitat di Simeuluë, Aceh, pesisir utara Sumatera.
- Tp ceylonensis : Habitat di wilayah Sri Lanka.
- Tp borneensis : Habitat di Kalimantan.
- Tp saturatior : Habitat di wilayah timur Nepal, India, dan Bangladesh, serta wilayah utara Myanmar.
- Tp burmae : Habitat di wilayah tengah Myanmar.
- Tp indochinensis : Habitat di wilayah timur Myanmar, Yunnan (China), dan sering bermigrasi ke Thailand, Indochina, Malaysia, dan Sumatera.
Karakteristik
dan perilaku
Seriwang
asia merupakan burung yang sangat berisik, dengan suara panggilan khasnya yang
terdengar tajam: “kreek.. kreek..“. Warna tubuh tergantung dari
subspesiesnya. Kedua kakinya tergolong pendek, dan bertengger dengan tegak seperti
halnya burung cendet
Mereka merupakan burung pemakan serangga dan sering berburu
sembari terbang. Burung ini juga doyan mandi, sehingga setiap sore sering turun
untuk bertengger di dahan yang rendah di atas kolam kecil, lalu menceburkan
dirinya untuk mandi sore.
Kalau kita kebetulan bermain ke pasar burung, terkadang ada beberapa pedagang yang menjual burung ini. Para pedagang inilah yang kerap menyebutnya dengan burung tali mayit atau tali pocong. Mungkin karena ekor panjangnya yang berwarna putih, mirip tali yang digunakan untuk pocongan.
Akibat kebiasaan tersebut, sebagian kicaumania menganggap bahwa itulah nama sebenarnya dari burung tersebut. Padahal nama sebenarnya adalah seriwang asia, atau asian paradise flycatcher.
Ekornya yang panjang tentu membutuhkan kandang cukup besar untuk memeliharanya. Hal inibisa diatasi dengan menggunakan sangkar burung murai batu Adapun perawatan harian bisa dibilang sama dengan burung pemakan serangga lainnya seperti kacer, murai batu, tledekan, dan lain-lain.
Suara burung ini cukup kencang dan bisa lebih bervariasi dari suara kicauan aslinya. Apakah burung ini bisa dimaster dengan suara burung lain? Ada kemungkinan bisa, karena rata-rata burung dari keluarga flycathcer itu pintar jika dilatih menirukan suara burung lainnya (dimaster).
Untuk mengetahui bagaimana suara seriwang asia, silakan dengar dan download suaranya berikut ini:
[ Download audio 1 ] – [ Download audio 2 ]
Semoga bisa menambah pengetahuan kita mengenai burung-burung di Indonesia





No comments:
Post a Comment