Yang dimaksud kacer nakal di sini antara lain burung gemar
ngeruji, sering turun dari tangkringan ke dasar sangkar, sering salto, serta
berlaku agresif (seperti mau menyerang) ketika melihat musuhnya. Solusi
yang dapat dilakukan disesuaikan dengan jenis kenakalannya...
a. Kacer gemar ngeruji
bisa diatasi dengan mengganti sangkar berbeda tipe. Jika sebelumnya burung menggunakan sangkar kotak, maka bisa diganti dengan sangkar bulat. Sebaliknya, jika sebelumnya menggunakan sangkar bulat, bisa diganti dengan sangkar kotak.
“Selanjutnya, porsi extra fooding hariannya diturunkan. Khusus untuk kacer yang sering dilombakan, maka sejak H-1 burung diberi buah seperti pisang atau pepaya,
Kalau tidak ada buah, atau burung tidak terbiasa makan buah, bisa diganti dengan larutan penyegar. Buah maupun penyegar bersifat mendinginkan, sehingga bisa meredam birahi kacer yang nakal.
Sekadar anjuran Om Kicau (www.omkicau.com ), untuk kepentingan jangka panjang, sebaiknya burung jangan dibiasakan minum larutan penyegar. Selain produk ini jelas didesain untuk manusia, juga ada anjuran pemakain yang berarti memiliki sifat obat.
b. Kacer sering turun dari tangkringan
dapat diatasi dengan Terapi mandi bola
Bola
warna-warni ini biasa kita jumpai dalam permainan anak-anak bernama kolam bola.
Terapi ini
hanya dianjurkan untuk kacer yang sering
turun tangkringan, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar sangkar.
Burung dengan tabiat seperti ini biasanya macet bunyi, atau paling tidak malas
berkicau.
Setelah
bagian dasar sangkar tertutup oleh “ranjau bola” tersebut, silakan mengamati
aktivitas kacer di dalam sangkar. Burung yang menjalani terapi ini pasti akan
kena jebakan. Ketika turun dari tangkringan ke dasar sangkar, ia pasti akan
terpeleset dan terjerembab dalam kolam bola.
Secara
naluri, burung akan berjuang melepaskan dirinya dari jebakan, kemudian terbang
kembali ke tangkringan, atau bisa juga ke jeruji sangkar. Suatu ketika, burung
akan kembali mencoba turun ke dasar sangkar, dan akan mengalami jebakan kedua.
Nah, burung
pun punya memori atau menyimpan suatu peristiwa, dalam hal ini terjerembab di
dasar sangkar, yang lama-lama akan membuatnya trauma. Melalu terapi inilah,
burung akan menjadi lebih sering duduk di tangkringan.
c. Kacer sering salto
Untuk mengatasi kacer yang sering salto, Anda bisa mencoba sangkar kotak yang bagian atapnya trepes / agak rata, alias tidak melengkung. “Jika cara ini tetap tidak manjur, artinya kacer masih suka salto, maka bagian atap sangkar juga bisa diberi ranjau
d. Kacer seperti mau menyerang burung lain
Sebenarnya perilaku agresif, ditandai dengan gerakan seperti hendak menyerang burung lain, biasa dijumpai pada kacer di alam liar. Ini karena kacer merupakan tipe burung fighter sejati, dan pantang melihat burung lain yang memasuki wilayah teritorialnya.
Tetapi sebagai burung peliharaan, juga sebagai burung lomba, perilaku seperti ini acapkali dianggap menyimpang dan dimasukkan sebagai kriteria kacer nakal.
Cara mengatasinya sebenarnya terkait dengan terapi yang Anda lakukan pada tiga kebiasaan burung yang disebutkan sebelumnya. Artinya, ketika burung sudah tak lagi ngeruji, nagen di atas tanggeran, dan tidak lagi salto, perilaku agresif dengan sendirinya hilang atau jauh berkurang.
E.Kacer sering drop
Jika kondisi seperti ini Untuk mengatasinya dengan mengasingkan kacer ke ruangan tertentu Langkah selanjutnya, kacer bisa diberi buah seperti mentimun, pisang, dan pepaya, Jika sebelumnya burung tak pernah diberi buah, silakan disodori potongan kecil buah-buahan tersebut, untuk memastikan kacer mau memakannya atau tidak.
Proses penyembuhan ini juga bisa didukung dengan pemakaian kandang umbaran, agar burung bisa merasakan suasana baru, membuatnya lebih leluasa bergerak, dan membuatnya lebih nyaman lagi.
~~ semoga bermanfaat ~~





sangat menarik untuk dibaca gan.. salam kenal
ReplyDeleteobat kutil kelamin